Sudah lama ya, tidak aktif di blog, kali
ini aku akan berbagi pengalaman menjadi seorang staf di pabrik. Simak ya, siapa
tahu nanti bisa jadi referensi buat kalian semua.
Pengalaman bekerja sebagai pekerja serabutan
di sebuah pabrik, membuat saya merasa memiliki
banyak pengalaman. Kenapa saya bilang saya sebagai tenaga serabutan? Ya karena
tugas yang kerjakan banyak dan tanpa jobdisc yang jelas.
Awal mula saya masuk ke perusahaan tersebut
karena rekomendasi dari salah seorang teman semasa saya kuliah. Awalnya saya
kerja satu kantor dengan dia, ternyata saya penempatan pada kantor yang
berbeda. Sebenarnya, saya adalah orang yang tidak dibutuhkan oleh perusahaan.
Jadi tugas saya adalah membantu Accounting yang di perusahaan springbed.
Sedangkan teman saya, di perusahaan Tradingnya.
Di sinilah saya akan bercerita. Hari
pertama kerja, saya bertemu dengan HRD di pabrik tersebut. Kemudian saya
bertemu dengan Accountingnya. Dari Accounting tersebut, ternyata tugas pertama
saya adalah membantu mengerjakan pekerjaan kasir yang belum beres. Lebih
tepatnya membantu dia menginput data operasional untuk kas besar. Saya masuk di
pabrik itu bulan Maret 2017, sedangkan saya menginput di bulan November 2016
(saya lupa tepatnya bulan apa, yang jelas kas besar 2016). Heeeemmm. Dan dia
menyerahkan kertas yang berupa nota-nota, disuruh menginput, untuk nama
keterangannya disuruh melihat dilaporan sebelumnya. Dan pada bulan selanjutnya,
lebih parah lagi, kertas-kertas nota tersebut belum dirapikan menurut
tanggalnya, jadi harus dirapikan dulu, baru diinput. Ini membutuhkan waktu yang
lama. Ternyata kasirnya adalah Ibu-ibu dengan muka judes dan kalau mengajari,
tidak ramah sekali, sedangkan Accountingnya orangnya lebih diam dan fokus pada
pekerjaannya saja cuek dengan keadaan sekitar. Bisa dibayangkan betapa
bingungnya aku waktu itu kan? Si kasir ini juga memegang banyak kendali di
pabrik ini. Mulai menjadi sekretarisnya bos, mengurusi masalah keuangan,
mengurusi tagihan toko dan masalah sales serta menjadi wanita yang paling
dibenci sama orang produksi. Kalau ada yang lebih pintar dari dia, dia kurang
suka dan suka mencari kesalahan serta membesar-besarkan masalah. Bahkan atasan
saja banyak yang kalah sama dia. (Di part selanjutnya akan dibahas tentang job
disk beserta julukannya).
Dan lebih parahnya lagi, di pabrik itu,
tidak ada meja untuk saya. Jadi saya harus berbagi meja dengan Kepala produksi
dan koordinasi bagian produksi. Bisa dibayangkan saya harus berpindah-pindah
meja kalau ada salah satu admin yang berhalangan masuk kerja. Seolah-olah, aku
kerja itu tidak dianggap dan makan gaji buta karena tidak jelas jobdisk nya
apa.
Beberapa hari kemudian, setelah pekerjaan
itu selasai, barulah saya membantu entry data pajak masukan perusahaan. Saat
ini pula, saya hanya diajari sekali. Oke lah, karena pekerjaan ini cukup mudah.
Tapi kalau lupa ya aku tanya lagi sambil membawa catatan. Kalau tanya, aku suka
tidak paham, jadi harus dimengerti di kosan setelah diajari. Awalnya cukup
mudah, lama-lama semakin banyak tugas yang harus saya pegang, dan selalu
menyerahkan tugasku ke Accountingnya untuk diolah lagi menjadi laporan
keuangan. Selain itu, saya harus meminta semua laporan dari tiga kantor cabang,
dan kadang orang kantor cabang suka tidak memperhatikan aku, ibaratnya aku cuma
dianggap anak baru kemarin saja. Sedangkan laporan dari kantor cabang harus
diminta dan dilaporkan hari itu juga.
Selain itu, orang HRD juga merangkap
sebagai PPIC. Dan bapaknya tidak bisa menggukan komputer. Beliau juga sering
keliling ke pabrik bagian kayu dan gudang trading. Berhubung meja yang aku
gunakan bersebelah dari mejanya beliau, akhirnya disuruh-suruh deh, untuk
membantu pekerjaan beliau, yaitu menghitung HPP untuk menghitung sebuah
springbed. Sedangkan harga bahan bakunya aku harus tanya ke sana ke mari. Awalnya
aku hanya membantu memindahkan tulisan tangan dari beliau, tapi ternyata lama
lama beliau hanya menulis bahan baku yang dibutuhkan, selebihnya aku sendiri
yang menghitung.
Berhubung aku menggunakan laptop, maka aku
juga menjadi admin email kantor. Jadi segala inbox di email kantor, aku harus
melapor pada yang membutuhkan data tersebut. Serta aku juga yang menjadi
petugas untuk mengemail ke rekanan perusahaan. Aku mempunyai tugas yang dapat
aku handle dan mulai tertata rapi setiap bulannya. Mulai dari menghitung
penjualan barang berdasarkan HPP, penjualan barang bersadarkan harga Pricelist,
stok bahan baku dan stok barang jadi, itu semua depo beserta pusat. Dan juga
aku menginput pajak masukan dan pajak keluaran di excel dan e-faktur. Ini baru
awal dari kerja serabutan yang sesungguhnya. Next kita curhat lagi yaaaa...
Jangan lupa di follow ya, makasih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar